Senin, 03 Juni 2013

Pemuda dan Peran Pentingnya Untuk Kemajuan Bangsa

Pemuda merupakan suatu potensi bagi negara sebagai armada dalam kemajuan bangsa, karena pemuda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa. Peran pemuda sangatlah penting dalam mengisi pembangunan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa, mengingat catatan sejarah peran pemuda senantiasa menjadi pilar dan motor untuk mencapai kemerdekaan bangsa.
Di mulai dari Budi Utomo tahun 1908, Sumpah pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, hingga saat ini, pada masa reformasi, pemuda yang merupakan tokoh intelektual bangsa senantiasa memberikan pemikiran dan pergerakan demi kedaulatan bangsa.

Dalam situasi yang senantiasa tumbuh dan berkembang di era globalisasi ini, menuntut peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Selain itu, dalam Pembangunan Nasional, pemuda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam menjaga Pancasila, keutuhan NKRI, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian kesadaran pemuda akan kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya semakin meningkat.

Pemuda diharapkan tetap terus menempa dirinya menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, dan memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan negara yang tinggi. Pemuda sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan dan pembangunan bangsa, diharapkan mampu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang telah di raih negara ini selama kurang lebih 64 tahun silam dengan berbagai hal.
Dalam tataran kampus atau perguruan tinggi, pemuda memiliki tugas pokok untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pemuda dalam hal ini mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian terhadap Masyarakat. Pendidikan dalam konteks menerima dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diterima selama menjadi mahasiswa. Penelitian meliputi kajian-kajian strategis baik perbaikan maupun penemuan baru demi kemajuan bangsa. Pengabdian terhadap masyarakat yaitu pengamalan potensi, ilmu dan pengetahuan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.
Situasi negara yang saat ini kurang stabil, dengan banyak terjadinya bencana, konflik kepentingan, degradasi moral dan terorisme, menuntut pemuda khususnya mahasiswa untuk menjadi stabilisator, dinamisator, kreator dan inovator perubahan ke arah yang lebih baik. Melalui tulisan ini, penulis berharap dapat mengingatkan diri pribadi dan mengajak pembaca untuk tetap memiliki semangat kejuangan, sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis dan futuristik tanpa meninggalkan akar budaya bangsa Indonesia yang tercermin dalam kebhinnekatunggalikaan. Semoga negara Indonesia ini tetap jaya dengan para pemuda yang senantiasa berkarya. MERDEKA!!!

sumber : http://nasionalismeindonesia.wordpress.com

Rabu, 15 Mei 2013

Memorabilia Reformasi 15 tahun silam dikota Solo


Peta Politik Huru-Hara Kota Solo 1998

TIM RELAWAN UNTUK KEMANUSIAAN KOMALIK WIMAS
Alamat : Wisma Mahasiswa Surakarta, Jl, Kestalan No. 15, PO BOX 213
Telp. (0271) 46517, Surakarta 57102
Dokumen Awal no. 1
Peta Politik Huru – Hara Kota Solo 1998
Ada 3 (tiga) alasan yang seringkali dipakai untuk mengabsahkan terjadi  huru-hara di Kota Solo. Pertama, sentimen atas warga etnis tionghoa. Hal ini disebabkan karena ditinjau dari sasaran huru-hara, merekalah yang paling banyak  menerima akibatnya. Kedua, kesenjangan sosial dan krisis ekonomi. Mereka yang dalam huru-hara kemarin menjadi korban sebagian besar adalah dari golongan kaya, seperti memiliki toko, rumah bagus, supermarket dsb. Ketiga, aksi mahasiswa UMS dalam rangka memperingati korban penembakan mahasiswa Trisakti. Aksi tersebut, meskipun sangat “lokal” (baca: hanya di seputar kampus), ternyata telah dituduh sebagai api pemicu huru-hara di Solo.
Tentu alasan-alasan tersebut sah-sah saja untuk dikemukakan sebagai suatu catatan dan ingatan masa lalu. Tetapi, agaknya tak bisa di abaikan bahwa huru-hara kemarin memperlihatkan sejumlah kejanggalan dalam pola-pola dan modus operandinya. Berdasarkan kesaksian dari para saksi mata dan korban, dapat ditelusuri dengan jelas bahwa huru-hara itu bukan semata-mata “kebetulan” (coincidence). Dengan demikian, adalah enak dan perlu untuk mempertimbangkan kembali ketiga alasan diatas.

From Twitter 15 mei 2013

1. Satukan pemuda. Inilah generasi masa depan,yang akan memimpin generasi selanjutnya.
2. Sadarkan pemuda, betapa kaya negara kita. Segala hal yang diimpikan negara lain. Tanah yang luas,negeri yang subur,kekayaan alam melimpah
3. Ajak pemuda untuk belajar mengelola segala sumber daya yang kita punya sesuai dengan bakat dan minat masing2
4. Kerjasama dengan rakyat dan pemerintah. Pembangunan takkan berjalan tanpa mereka.
5. Jika terhambat modal, jangan ragu hubungi investor, namun kawal dengan ketat kerjasamanya.
6. Bangun mental sebagai bangsa yang besar. Percaya kita bisa. Hapus keraguan, maju, jangan takut berinovasi
jika kelak kita memiliki anak, jangan pernah hambat kreativitasnya. Dukung,seberapa pun kecilnya itu. Persiapkan generasi yg lbh baik lagi.

Senin, 13 Mei 2013

GERAKAN PEMUDA INDONESIA
(GARDA INDONESIA)
"Semangat Pemuda, Semangat Perubahan"

Gerakan Pemuda Indonesia atau disebut Garda Indonesia, adalah Organisasi kepemudaaan yang berkonsentrasi diberbagai bidang dalam membina pemuda. Garda Indonesia terbentuk dari beberapa inisiator - inisiator mahasiswa dan pemuda yang mempunyai semangat perubahan untuk yang lebih baik. secara lengkap Garda indonesia lahir dari pemuda untuk indonesia.